Hari Jum’at tanggal 19 September 2008 merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian pelajar UTP. Mengapa? Sebab pada hari itu, sebagaimana juga pada tahun-tahun sebelumnya, Petronas alias Petroliam Nasional Berhad menyelenggarakan acara akbar yakni buka bersama di UTP. Acara ini diselenggarakan di pelataran parkir Masjid An Nur UTP yang terletak di tepian danau buatan UTP yang asri itu.
Buka bersama ini diikuti oleh lebih dari seribu orang yang terdiri atas para pelajar dan staf UTP serta tamu undangan, selain daripada staf Petronas sendiri. Sebagian pelajar Indonesia juga memanfaatkan acara ini untuk ajang berkumpul dan menikmati pengalaman mengikuti jamuan makan yang disediakan oleh (kabarnya) perusahaan katering dari Pakistan yang terkenal di Malaysia ini (really???).
Lokasi buka bersama dibagi menjadi 2, yaitu untuk staf dan undangan serta bagian lain untuk mahasiswa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini panitia lebih ketat dalam memilah-milah antara staf dan undangan dengan para pelajar. Namun begitu, beberapa mahasiswa masih berkesempatan memperoleh posisi bersama staf dan undangan dan menikmati layanan penuh (full service) karena masih ada tempat kosong, sedangkan mayoritas pelajar harus antri untuk mengambil sendiri hidangan yang disediakan (self service). Meskipun demikian, semua terlihat ceria dan gembira menikmati jamuan kali ini. Yang mengherankan adalah, tidak terlihat pelajar dari Sudan dalam acara ini. Ada apakah?
Acara dimulai pada pukul 18.30 dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Rahmat di dalam masjid. Namun sebagian pelajar memilih untuk mencari tempat duduk yang strategis di lokasi jamuan makan. Setelah waktu berbuka tiba dan makanan kecil untuk berbuka dihidangkan, kemudian sholat maghrib berjamaah, lalu hidangan utama dan dilanjutkan dengan sholat isya’ berjamaah. Acara pun diakhiri dengan penganan penutup berupa bubur kacang hijau dan semacam bakwan dengan sambal kacang serta teh tarik.
Berita resmi versi UTP ada di http://www.utp.edu.my/news/iftar2008.php
Berbagai aktivitas positif dilakukan oleh para pelajar Indonesia di UTP untuk mengisi bulan Ramadhan ini. Di antaranya adalah pelajaran Bahasa Arab yang diikuti oleh sekitar 15 mahasiswa yang tinggal di lingkungan DesaSiswa UTP. Pelajaran Bahasa Arab telah mulai dilaksanakan sejak tanggal 2 September 2008, setiap hari Selasa, Kamis, dan Ahad pukul 17.00 hingga selesai, bertempat di Game Room V3 (lantai 2 kantin V3). Pelajaran meliputi tata bahasa dan kosa kata yang digunakan sehari-hari. Berlaku sebagai pemberi materi adalah Ustadz Rizal yang dengan sabarnya membelajarkan materi Bahasa Arab sehingga dapat dengan relatif mudah diikuti oleh para peserta, meskipun acap kali diselingi dengan joke-joke dan plesetan dari para peserta. Kemampuan berbahasa Arab ini merupakan bekal yang penting untuk mempermudah dalam mempelajari Al Qur’an. Di samping itu juga akan memudahkan para pelajar Indonesia dalam berkomunikasi dan beramah tamah dengan para pelajar lain yang berasal dari negara-negara yang berbahasa Arab, sebagai contohnya adalah Sudan, yang cukup banyak dijumpai di UTP.
Assalamu’alaikum wr wb.
Kembali mengingatkan Kajian Keputrian PPI UTP yang diselenggarakan selama bulan Romadhon , akan diadakan pada hari Ahad, 14 September 2008 , yang sedianya dimulai pukul 10.00 am, diundur pukul 11.00 am, di Surau V4.
Untuk semua muslimah postgrad dan undergrad dijemput hadir untuk mengikuti acara rutin ini , yang insyaAllah akan membahas tentang kajian seputar keputrian dari tinjauan agama dan psikolog bersama Mbak Meta dan juga dilengkapi dengan tahsin untuk bersama-sama belajar meningkatkan bacaan Al-Qur’an kita.
Ditunggu kedatangannya, semoga Allah meringankan langkah-langkah kita untuk semakin mendekat kepada-Nya dan mengisi bulan yang mulia ini dengan amalan yang berkualitas.
Terima Kasih
Wassalamua’laikum wr wb.
Ika Fariha
Hari Sabtu ini Pak Herman, salah satu dosen UTP yang berasal dari Indonesia, mengundang teman-teman pelajar Indonesia di UTP serta keluarganya untuk buka bersama di rumahnya. Pada awalnya diusahakan untuk memperoleh kendaraan besar sehingga dapat bersama-sama berangkat dari kampus tercinta, namun apa mau dikata, rupanya peminjaman bas universiti tidaklah semudah yang dipikirkan semula meski daftar peminat sudah dibuat. Akhirnya peserta buka bersama mestilah mendapatkan kendaraan sendiri untuk menuju alamat rumah Pak Herman yang berada di Sunway, Ipoh. Karena tidak semua dari kita kenal dengan seluk-beluk kota Ipoh, beberapa di antaranya memanfaatkan Google Maps untuk mencari jalan menuju lokasi buka bersama. Syukurlah akhirnya semua mencapai tujuan sebelum waktu berbuka tiba.
Acara buka bersama kali ini dihadiri oleh lebih dari 60 orang termasuk anak-anak, sehingga terlihat ramai dan penuh keakraban. Acara dimulai dengan siraman rohani dari ustadz Wawan yang disampaikan di sela-sela jerit anak-anak berlarian dan suara sssssttt dari orang dewasa memperingatkan mereka. Ah, namanya juga anak kecil, tidak apa-apa lah sedikit ramai :-p Sayang, tidak sempat ada sesi tanya jawab karena keburu masuk saat berbuka. Maka, bakso dan koktail pun kita santap bersama untuk membatalkan puasa dan nasi pecel telah menunggu selepas sholat maghrib berjamaah.
Acara ini memberkaskan kenangan tersendiri bagi para pelajar yang tidak dapat berbuka bersama keluarga yang mereka tinggalkan di Tanah Air. Tapi bagaimanapun, kita semua di sini adalah juga satu keluarga besar yang akan saling membantu di kala diperlukan. Acara berkumpul bersama seperti ini menjadi obat tersendiri atas kerinduan terhadap suasana Ramadhan di Indonesia. Jadi, giliran siapa lagi nih yang mau mengundang buka bersama?