Tasyakuran Kelulusan

Acara syukuran pun dihelat pada Rabu (18/03) malam di dekat danau Masjid An-Nur. Dalam suasana keakraban, student postgraduate dan undergraduate UTP menikmati hidangan yang telah dipersiapkan oleh Pak Martin sekeluarga. Nasi kuning, perkedel, ayam, juga hidangan penutup seperti salad buah dan puding. Acara ini dimulai dengan pembacaan do’a oleh Pak Wawan. Semua yang hadir pun dengan khidmat mengamini setiap do’a yang dipanjatkan.

syukuran5

Beberapa hari sebelumnya, Mbak Ari dan Mas Ancha juga mengadakan syukuran dengan mentraktir pizza hut. Beberapa kotak makanan khas Italia ini dibagikan ke tiap-tiap house.

Selamat bagi para (calon) wisudawan postgraduate UTP. semoga sukses pada langkah selanjutnya dengan bekal ilmu yang bermanfaat.

* foto diambil dari hasil jepretan pak oyas

Advertisements

Berilmu dan Bermanfaat

Ta’lim bulanan PPI UTP kali ini mengambil tema “Pendidikan dan Tanggung Jawab Sosial dalam Islam (Refleksi Sirah Nabawiyah)”. Ustadz Musa Syarof yang hadir Sabtu (14/03) pagi itu menyampaikan bahwa pendidikan yang kita peroleh hendaknya dijadikan bekal untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain.

talim4

Saat pertama kali menerima wahyu dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dalam  QS. Al-Mudatsir diperintahkan untuk menyeru dan berdakwah. Perintah dakwah tersebut tidaklah serta merta dilakukan secara frontal, namun bertahap dari keluarga dan teman terdekat secara sembunyi2. Selama beberapa tahun Rasulullah menjalankan dakwahnya tanpa melalui perang. Allah memerintahkan beliau menahan dari mengangkat senjata.

Kemudian setelah hijrah, barulah beliau memerangi kaum Musyrikin. Peran dan Misi Rasulullah dalam hal tersebut adalah Tilawah (membacakan ayat-ayat Allah), Tazkiyah (menyucikan jiwa), dan Ta’lim (mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah). Dalam slidenya, Ustadz yang juga kandidat doktorat ilmu Syari’ah ini menyebutkan bahwa kondisi masyarakat yang dalam kebodohan, kehinaan, kemiskinan, lemah, perpecahan, memerlukan perubahan ke arah keilmuan, kemuliaan, kesejahteraan, kuat, dan persatuan.

Berdakwah juga merupakan perintah Allah kepada umat Islam. Dalam QS. Ali Imron : 110, disebutkan, “Kamu (umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik”.

Dan dalam sebuah hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain”. Hal ini lah yang harusnya memberi semangat kepada kaum Muslimin pada umumnya, dan pelajar pada khususnya, untuk mengajarkan dan memanfaatkan ilmunya kepada orang lain. Dan seperti yang diperintahkan Allah pada Rasul-Nya, yakni dimulai dari yang terdekat.

Ta’lim bulanan ini merupakan agenda kegiatan rutin dari Departemen Kerohanian PPI UTP. Usai pengajian, jamaah pengajian yang hadir menikmati kue-kue dan minuman yang telah disiapkan. Beberapa masih terlihat berkumpul dan berdiskusi dengan Ustadz Musa Syarof di teras depan Masjid An-Nur, UTP.

PPI UTP Terbaik dalam LGC

Dalam LGC (Leadership Gathering Camp) yang diadakan PPI se Malaysia (PPIM), mulai Sabtu (07/03) hingga Minggu (08/03) lalu, kontingen PPI UTP mendapat penghargaan tertinggi sebagai Kampus Terbaik. Penghargaan secara langsung diberikan oleh Ketua PPIM, Pak Irfan Syauqi Beik. Mereka pun berhak menerima hadiah berupa Hamper super besar.

LGC UTP
Adalah Redhata, Angga, Aryo, Mas Firman, Mas Syauqi, Ghozali, Mbak Afny, dan Inung yang merupakan wakil dari kampus UTP. Dengan penuh perjuangan, mereka menempuh perjalanan di malam hari menuju Kedah. Dua belas jam pun dihabiskan di kereta api karene sebelumnya mereka kehabisan tiket bis.

“Jadi kita dah bergerak hari Jum’at pukul 15.00 dari UTP, naek kereta ke butterworth jam 17.45. Terus baru nyampe Butterworth jam 21.45 paginya. Terus sampe sana ternyata bis ke alor star baru ada jam 11 plus molor baru datang jam 23.45. Jadi kita baru nyape Alor Star pukul 01.30. Terus kita di jemput panitia, dan nyampe UUM jam 3 an,” papar mbak Afny perihal keberangkatan mereka.

Setibanya di kampus UUM, seabreg kegiatan siap menanti. Hari pertama diisi oleh materi dari Pak Imran Hanafi selaku Atase Pendidikan KBRI. Yang kemudian dilanjutkan dengan materi Manajemen Komunikasi oleh Pak irfan Syauqi Beik.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan api unggu. Tiap kelompok mendapat tugas untuk tampil spontan. Mbak Afny dan Mas Firman yang tergabung dalam group 4 menampilkan tari poco-poco. Sedangkan Mas Syauqi dan Aryo yang berada dalam group 5 malah dengan unik menyanyikan lagu dangdut tempo dulu berjudul “Sekuntum Mawar Merah”.

Hari Kedua diisi dengan outbond. Peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok tak hanya diasah dalam uji ketangkasan, namun juga harus memecahkan teka-teki. Keakraban pun semakin terasa diantara peserta.

LGC ini merupakan puncak ajang kaderisasi yang menjadi agenda kerja Departemen Kaderisasi PPIM. Beberapa kampus se Malaysia yang hadir antara lain UMP, UTM, UTP, UUM, USM, UIA, Darul Hikmah, Cosmopoint,  dan APIIT. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta tidur di tenda-tenda yang telah disiapkan panitia.

Kunjungan PonPes Darul Ulum di UTP

Pimpinan majelis beserta para kepala sekolah dan beberapa guru Ponpes Darul Ulum Jombang mengadakan lawatan ke Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia pada hari Jum’at (6/3/2009) yang lalu. Rombongan yang dipimpin oleh KH A. Tamim Romly, turut mendampingi beliau: KH Zaimuddin WA, KH M. Hamid Bishri, beserta kepala sekolah dan guru di SMU/SMK/MA Darul Ulum, tiba di Kuala Lumpur pada hari Selasa (3/3/2009).

ponpesdu
Rombongan Ponpes Darul Ulum terlebih dahulu mengunjungi Adni Islamic School yang berlokasi di Taman Sri Ukay, Ampang, Selangor. Kunjungan ini bertujuan sebagai studi banding sehubungan dengan program SMU Darul Ulum 2 menjadi sekolah berstandar internasional (SBI). Rombongan kemudian bertolak dari Kuala Lumpur ke negeri Perak, dan tiba di lokasi pada hari Kamis (5/3/2009) petang, kemudian beristirahat di kompleks Bandar Universiti. Keesokan paginya, pada pukul 09:00 waktu setempat, rombongan melanjutkan lawatan ke Universiti Teknologi PETRONAS.

Setibanya di UTP, rombongan terlebih dahulu disambut oleh Ust. Dawi Cahyono Bin Nurdin, selaku imam I masjid An-Nur UTP, yang kemudian mendampingi selama di UTP. Acara dibuka dengan ramah-tamah oleh kedua belah pihak. KH A. Tamim Romly, selaku perwakilan dari Ponpes Darul Ulum, memberikan selayang pandang mengenai pendidikan di Darul Ulum, visi dan misi pesantren, prestasi yang telah diraih, profil para almuninya, serta peluang kerja sama yang mungkin bisa dijalin antara Ponpes Darul Ulum dengan UTP. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari pihak UTP mengenai profil institusi, visi dan misi, serta komposisi mahasiswa asing yang sedang belajar disana, baik pada tingkat sarjana maupun pasca sarjana.

Sesuai dengan catatan UTP, pelajar yang berasal dari Indonesia menempati urutan kedua dari segi jumlah pelajar asing yang sedang belajar di UTP. Jumlah pelajar asing di UTP yang terbanyak berasal dari Sudan. Sehubungan dengan salah satu cita-citanya untuk menjadi research university berskala internasional, UTP menargetkan jumlah mahasiswa pasca sarjana (postgraduates) bisa mencapai total 1200 mahasiswa. Target ini masih cukup jauh, mengingat saat ini jumlah mahasiswa pasca sarjana yang sedang belajar di UTP, lokal dan internasional, baru mencapai sekitar 500 orang. Sehingga, akan sangat memungkinkan bagi pelajar-pelajar dari Indonesia yang memenuhi kualifikasi UTP untuk melanjutkan belajar di sana. Namun, untuk tingkat sarjana (undergraduates), jumlah mahasiswa di UTP sejauh ini sudah memenuhi quota yang ditargetkan, sehingga pihak universitas hanya memberikan jatah beasiswa kepada sekitar sepuluh pelajar dari Indonesia untuk setiap tahunnya. Proses seleksi beasiswa undergraduates biasanya akan diumumkan melalui surat kabar setempat, yang untuk Indonesia biasanya diumumkan melalui surat kabar “Kompas” dan proses seleksi akan dilakukan di kantor cabang PETRONAS di Jakarta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi fasilitas-fasilitas yang tersedia di UTP. Dimulai dari perpustakaan pusat UTP, yang lebih dikenal dengan sebutan information resource center (IRC), dan fasilitas belajar di sekitar kompleks chancellor, kunjungan sedianya akan dilanjutkan dengan melihat laboratorium-laboratorium teknik yang tersedia. Namun, karena keterbatasan waktu, kunjungan akhirnya difokuskan hanya pada laboratorium instrumentation and control serta power system di Department of Electrical and Electronics Engineering.

En. Azhar dan En. Zuraimi sebagai lab technologist di kedua laboratorium tersebut menjelaskan dengan singkat mengenai peralatan-peralatan yang ada serta sistem belajar yang digunakan. Rombongan dari Ponpes Darul Ulum kemudian mengunjungi laboratorium power electronics, dan bertemu dengan salah satu lab demonstrator disana: Bpk. A Rofiq, yang juga seorang dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan sedang menyelesaikan program S3-nya di UTP.

Selepas berkunjung ke laboratorium, acara dilanjutkan dengan makan siang dan bertukar cindera mata. Selain ust. Dawi Cahyono, ust. Rahmat Bin Abu Seman, imam II masjid An-Nur UTP, juga berkesempatan mendampingi rombongan. Sebagai salah satu anggota dari rombongan Ponpes Darul Ulum, ust. Sholikhan merasa berbahagia dapat bertemu dengan ust. Rahmat, yang merupakan kakak kelas beliau sewaktu menjadi santri di Ponpes Darussalam, Gontor, Ponorogo.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi “Pusat Kecemerlangan Insan” di sekitar kompleks masjid An-Nur. Selayaknya museum, ruangan ini menyimpan benda-benda yang mempunyai nilai sejarah yang berhubungan dengan perkembangan Islam di Malaysia. Ust. Dawi Cahyono dan ust. Rahmat sebagai pemandu memberikan keterangan singkat tentang benda-benda yang dipamerkan di sana.

Usai melakukan kunjungan ke UTP, rombongan dari Ponpes darul Ulum kemudian bertolak ke Kuala Lumpur, sekitar pukul 15:00 waktu setempat, untuk melanjutkan acara dan bertemu dengan beberapa alumni yang ada. Keesokan harinya, Sabtu (7/3/2009) rombongan kembali ke Indonesia dan tiba dengan selamat sampai di Ponpes Darul Ulum kembali. (Tri Chandra).

Juara Lagi di Lomba Nasyid

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tim putri lomba nasyid dari Indonesia. Sabtu (28/02) malam, mereka berhasl meraih juara dua dalam lomba yang merupakan bagian dari Ladies Valency 2009 oleh bagian Keputrian Rakan Masjid UTP. Tim bernama Misykah ini tampil memukau dengan membawakan dua lagu dari Snada dan Izzatul Islam.

ladiesvalency

Kenapa Misykah? apakah ada hubungannya dengan putri mbak meta dan pak syahrir? inung pun mengakui bahwa nama Misykah memang diambil dari putri kecil kelahiran Tronoh itu. “Saat itu serba terburu-buru, yang kepikiran ya misykah yang artinya lentera”, tutur Master Student Informatics ini.

selain nama, persiapan tim yang beranggotakan 6 orang ini pun bisa dikatakan terburu-buru. Inung mengungkapkan hanya dua kali saja mereka bisa latihan, yakni jumat malam dan sabtu pagi. Dengan arahan dari Mbak Tiul, nada demi nada mereka coba lantunkan secara acapella. Inung dan Mbak santi di lead vocal, sedangkan Yunita, mbak Ika, mbak Lail, dan mbak Tiul sendiri sebagai backing vocal. Mereka pun baru memutuskan untuk ikut serta dalam lomba ini dalam latihan kedua walau telah melewati batas pendaftaran. Selain waktu pendaftaran, panitia juga memberi kelonggaran kepada tim Misykah tentang jumlah peserta karena minimum anggota tim yang diperbolehkan adalah 8 orang.

Serba dadakan tak hanya berhenti disitu saja, saat menuju tempat lomba yakni di Multi Purpose Hall UTP pada Sabtu malam itu, mereka terlambat. “Saat itu hujan, jadi mbak Tiul menjemput kami bergantian. Padahal dari 5 peserta, kami berada di nomer urut 2! Jadi saat saya, mbak Santi, Yunita, dan mbak Lail datang, tim 1 sudah ada di panggung. Hwaaa! Rencana untuk latihan dulu sebelum tampil pun gagal, hanya menghafal-menghafal sebisanya,” ungkap inung.

Lupa lirik menjadi hal yang biasa dalam lomba olah vokal terlebih jika persiapannya minim. Ini juga lah yang menjadi kekurangan dari penampilan tim Indonesia yang berseragam kemeja krem dan bawahan hitam. Pada saat melantunkan lagu pertama dari Snada yang berjudul Ikhlas, hampir semua lirik hilang dari ingatan. Untungnya saat lagu kedua yakni milik Izzatul Islam yang berjudul Wahai Mujahid Muda, tim Misykah berhasil membalas kekurangannya. Lagu kedua ini mendapat sambutan meriah dari penonton yang semuanya adalah wanita itu.

Saat pengumuman pemenang pun tiba. Awalnya, tim Misykah merasa pesimis akan mendapat juara pertama. Prediksi hanya ditempatkan pada juara harapan 1 atau 3. Saat pengumuman sampai ke posisi 3 dan nama mereka tidak juga dipanggil, mereka mulai heran dan takjub. Dan akhirnya nama tim Misykah diumumkan sebagai juara 2. “Iya, alhamdulillah. Karena memang ngga nyangka bisa juara 2, apalagi juara 1. Yang menjadi juara 1 memang bagus, mereka juga memakai seragam dari baju kurung dan songket,” ujar Inung.

Saat pengumuman, juri yang merupakan Dosen-Dosen UTP ini juga menyatakan bahwa penampilan peserta secara keseluruhan lebih baik dari tahun sebelumnya. Acara pemberian hadiah akan dilakukan pada Jumat (06/03) malam dalam acara Ladies Night di Main Hall UTP.Dalam penampilannya, team Misykah ini mendapat dukungan dari mbak Ela, mbak Merry, dan tentunya Dimas putra mbak Tiul, di bangku penonton.