POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) Development Training dan Outbound PPI-UTP

Pada tanggal 31 Oktober  2009, PPI UTP mengadakan hajatan besar bertemakan POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) Development Training dan diikuti Outbound pada hari berikutnya, 1 November 2009. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen SDM PPI UTP ini, bertujuan untuk memberikan pengetahun dasar tentang keorganisasian dan mengasah kemampuan soft skill para pengurus baru PPI UTP periode 2009-2010.

Acara hari pertama yang diselengarakan di Seminar Room 1, Undercroft, Chancellor Complex Universiti Teknologi Petronas ini berisi pelatihan tentang motivasi dan POAC. Peserta yang terdiri dari pelajar asal Indonesia dan Malaysia begitu antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh sang pembicara. Pembicara yang dihadirkan kali ini adalah Muhammad Abduh, seorang trainer handal, mahasiswa kandidat doktor bidang Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam, Universiti Islam Antarbangsa. Dalam uraian di sesi pertama, ayah tiga orang anak ini menjelaskan tentang motivasi dan faktor – faktor yang bisa penambah motivasi dan sebaliknya, faktor-faktor yang bisa menjadi demotivator. Satu hal yang paling diingat oleh para peserta adalah ungkapan yang sangat menarik dan unik dari sang trainer, would you marry you? yang diambil dari salah satu motivation book karya James C. Wadley, Ph.D Read the rest of this entry »

Advertisements

NoBar Garuda di Dadaku

Setelah beberapa lama blog PPI-UTP vakum karena pergantian pengurus, kini administrator berusaha meng-update kembali content blog dengan berita-berita seputar kegiatan student Indonesia di kampus UTP.  Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Nonton Bareng film Garuda di Dadaku.

Acara ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Sosial dan Kemasyarakatan PPI-UTP yang telah dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2009. Nonton Bareng menjadi ajang yang mengasyikkan mengingat tidak semua mahasiswa Indonesia UTP bisa memperoleh update film-film Indonesia terbaru. Acara-nya sendiri dimulai sekitar pukul 09.00 PM dan berakhir menjelang pukul 11.00 PM bertempat di Pocket D1.

Garuda di Dadaku

Read the rest of this entry »

Aryo, Ketua Umum PPI UTP 09/10

Melalui Musyawarah Besar (Mubes) PPI-UTP yang dilaksanakan Sabtu (29/08) kemarin, terpilih ah Aryo Handoko Primicanta sebagai Ketua PPI-UTP untuk periode kepengurusan 2009/2010. Melalui pemilihan suara secara tertutup, Mahasiswa program Master Electrical and Electronics Engineering ini unggul dengan mengantongi 22 suara dari 39 peserta yang hadir saat pemilihan berlangsung. Usai menandatangani berita acara, Aryo pun mengucapkan terima kasih kepada peserta Mubes yang telah memilihnya.  “Dan mohon dukungan semua pihak agar kepengurusan PPI-UTP selanjutnya berjalan dengan lancar,” tambahnya. Redhata selaku Ketua PPI-UTP 2008/2009 juga menyampaikan selamat kepada ketua terpilih sekaligus meminta agar semua pihak mau mendukung dan membantu kepengurusan PPI-UTP selanjutnya. Fikri Irawan dan Yuhendri yang mengantongi suara terbanyak kedua dan ketiga secara otomatis akan membantu Aryo dalam Tim Formatur.

Aryo dan Redhata

Aryo dan Redhata

Selain memilih Ketua baru, Mubes PPI-UTP kemarin juga membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari kepengurusan 2008/2009. Beberapa pertanyaan pun dilontarkan peserta seperti Munir Hidayatsyah yang mempertanyakan kenapa iuran PPI-UTP tidak ditarik lagi. Dalam kesempatan tersebut Redhata menyatakan bahwa keputusan tidak menarik iuran lagi karena kas PPI-UTP yang terkumpul dari berbagai pihak dan kegiatan terhitung sudah cukup untuk membiayai seluruh kegiatan dan program kerja selama setahun. “Dan ini sesuai dengan AD/ART PPI-UTP dimana iuran ditetapkan oleh pengurus”, tegasnya. LPJ pengurus PPI-UTP08/09 ini pun dinyatakan diterima oleh Mubes dengan beberapa revisi pada penyusunan laporan.

Pengurus PPI-UTP 08/09

Pengurus PPI-UTP 08/09

Mubes ini juga melakukan beberapa revisi terhadap AD/ART. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini terdapat panitia Ad-Hoc yang membahas AD/ART terlebih dahulu. Selain itu, diharapkan dalam Mubes selanjutnya dapat  ditetapkan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) untuk pengurus PPI-UTP. Dalam pembahasan AD/ART kemarin, Tri Chandra Setyo Wibowo yang mewakili Panitia Ad-Hoc  juga mengumumkan bahwa singkatan resmi untuk Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Teknologi Petronas adalah PPI-UTP, dan bukannya PPI UTP tanpa tanda hubung.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga menjelang maghrib ini dilaksanakan di Pocket-D tepatnya ruang D-1. Mubes kali ini dipimpin oleh Tri Chandra Setyo Wibowo, Belinda Aulia Ulfa, dan Fikri Irawan.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-46 di UTP

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

5209_1182971223598_1507745231_30490089_5448566_n

Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-46, PPI UTP menyelenggarakan upacara bendera yang diikuti oleh pelajar-pelajar dan dosen Indonesia yang ada di UTP. Upacara bendera dilaksanakan di Pocket-D1, pada 15 Agustus 2009, pagi hari. Tidak seperti upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan atau luar ruangan, upacara kali ini dilaksanakan di dalam ruangan dengan pengibaran bendera tanpa tiang. Walau sederhana, tapi tidak mengurangi kekhidmatan peserta upacara dalam memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus, 46 tahun silam ini. Acara dipimpin oleh Rahman, sedangkan pembina upacara adalah Bapak Chalil, dosen Indonesia di UTP.

5209_1182971303600_1507745231_30490091_6592646_nphotos by Aryo H.P.

Tari Betawi di Convo Fair 2009

Adalah Diah, Anti, Mitha, Belinda, Enoq berpasangan dengan Indra, Aga, Fardan, Yudi, Rofans yang membawakan tarian khas betawi dalam Convo fair 2009. Dalam rangkaian kegiatan Convocation yang diselenggarakan oleh UTP ini, mereka ber-enam mewakili PPI UTP membawakan tarian betawi dengan diiringi lagu “Ondel-Ondel”.

5209_1185270481078_1507745231_30498652_6929060_n

Tarian ini pun mendapat sambutan meriah dari penonton yang memadati Arena Convo fair. Dalam tarian ini yang perempuan memakai kebaya dan sarung, sedangkan yang laki-laki memakai baju koko, sarung yang digantung di leher, dan kopyah.

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, PPI UTP juga turut berpartisipasi dalam booth pameran kebudayaan internasional. PPI UTP memamerkan hasil-hasil kerajinan nusantara berikut pakaian-pakaian adat. Dalam food fiesta, PPI UTP juga turut berpartisipasi dengan menyajikan batagor, pecel, empek-empek, dan siomay.

5209_1182970063569_1507745231_30490063_948384_n

photos by Aryo H.P.

Berbagi Tips dan Info dalam “Be A Successful Blogger”

Hari Minggu, 3 Mei kemarin, PPI UTP menggelar Seminar dan Workshop “Be A Successful Blogger”. Acara yang dilaksanakan di Ruang Seminar 5, Undercroft, Universiti Teknologi Petronas ini menghadirkan pembicara berkualitas yakni Ibu Tria Barmawi dari Forum Lingkar Pena Malaysia dan Mas Raffaell Sanzio, seorang blogger senior Indonesia yang berdomisili di Kuala Lumpur. Puluhan peserta yang tak hanya datang dari UTP namun dari PPI se antero Malaysia ini terlihat begitu antusias mengikuti acara, terlebih pada sesi workshop.

jom poto2.. karena narsis itu penting!!

jom poto2.. karena narsis itu penting!!

Awalnya, para peserta diajak untuk mengikuti seminar Penulisan Populer yang dibawakan oleh Ibu Tria. Pemilik nama lengkap Fitria Handini Barmawi ini memberikan tips dan trik bagaimana menulis fiksi sampai mengajukannya ke penerbit. “Fiksi yang menarik itu showing, not telling. Jangan menulis misalnya mas Redhata itu baik hati, tapi tunjukkan di cerita bahwa mas Redhata itu misalnya punya senyum yang ramah, sabar,” ujar mojang Bandung kelahiran 16 Oktober 1977 ini sambil menunjuk Redhata, Ketua PPI UTP, sebagai contoh.

Ibu Tria juga mengungkapkan bahwa setiap tokoh yang dibuat dalam cerita fiksi haruslah mempunyai karakter yang kuat. Layaknya aktor, lanjut penulis La Tahzan for Mother ini, penulis harus bisa menyelami tokoh yang diciptakannya layaknya sang tokoh benar-benar hidup. Dimulai dengan cerita kebiasaan sehari-hari, ekspresi saat marah, cara makan, dan hal-hal detail lainnya. “Jangan heran jika pembaca akan benar-benar ngefans dengan karakter tersebut,” ungkapnya.

bu tria dan mas raffaell

bu tria dan mas raffaell

Usai mengenal tips dan trik penulisan populer, peserta kemudian diajak untuk mendalami diary maya yang kini begitu populer yakni blog. Mas Raffaell Sanzio pun didapuk sebagai pembicara. Dalam presentasi yang disusunnya dengan apik dalam kombinasi warna hitam putih, mas Raffaell memulai bahasannya dengan mengenalkan apa itu blog dan sejarahnya. “Ada banyak keuntungan dengan memiliki blog. Blog bisa dijadikan sebagai ajang curhat, promosi, menyalurkan hobi menulis, sharing, promosi, bahkan sampai ajang narsis,” paparnya yang disambut tawa peserta.

Pria kelahiran Cianjur 13 Juni 1982 ini mengungkapkan bahwa kriteria blog yang menarik bisa dinilai dari statistik atau trafficnya, atau banyaknya komentar, atau uang yang dihasilkan. Namun semua itu, ungkapnya, kembali kepada si pemilik blog masing-masing. “Kadang ada pemilik blog yang sudah puas dengan memposting ide-ide yang dimilikinya, tanpa memperdulikan apakah bayank yang mampir ke blognya, atau berapa banyak yang komentar,” ungkapnya.

Tak dipungkiri, sebagian blogger atau penulis blog juga memanfaatkan diary maya ini sebagai ajang peraup uang. Beberapa penyedia layanan pemasangan iklan di blog antara lain Text Link Ads, Google AdSense, ReviewMu, dan Adsentra. Saat ditanya seorang peserta tentang berapa banyak uang yang didapatnya dari pemasangan iklan di blognya, penulis All New Warcraft Strategymengungkapkan, “Lumayan lah, 3 digit,” ungkapnya yang disambut gerr peserta.

suasana workshop

suasana workshop

Usai dua materi dan menikmati makan siang berupa rendang dan sambal ijo, peserta kemudian mengikuti workshop dimana mereka dibagi kedalam 8 kelompok. Panitia kemudian meminta setiap tim untuk membuat sebuah blog saat itu juga dengan kriteria postingan pertama yang dibuat adalah tentang kegiatan seminar dan workshop “Be a Successful Blogger”. Hasil blog yang dibuat peserta adalah:
1. Blogger Killer
2. Empat Serangkai Blog
3. Narcissus
4. gobloginutp
5. samheriku’s
6. group6ppi
7. rujak petis
8. antarika

tim 5 dapet hamper

tim 5 dapet hamper

Dan Mas Raffaell yang juga turut memberi pengarahan kepada peserta saat oembuatan blog ini pun memutuskan tim 5 atau blog samheriku’s sebagai pemenang. Pak Samheri, mahasiswa UM yang juga Sekjen PPIM, beserta Dinul -UUM-, Yuhendri -UTP, dan Aryo -UTP- pun berhak menerima hadiah berupa hamper.

Acara yang diselenggarakan hingga pukul 6 sore ini diikuti oleh mahasiswa dari PPI cabang UPM, USM, UIA, UUM, APIIT, UKM, dan tentunya UTP selaku tuan rumah. Kegiatan yang diketuai Nur Zahrati Jannah, mahasiswi Master dari UTP ini mendapat dukungan penuh dari International Student Committee (ISC) dan Student Support Service (SSS) yang diwakili oleh En. Saiful yang juga turut memberikan sambutan di awal acara.

PPI UTP Terbaik dalam LGC

Dalam LGC (Leadership Gathering Camp) yang diadakan PPI se Malaysia (PPIM), mulai Sabtu (07/03) hingga Minggu (08/03) lalu, kontingen PPI UTP mendapat penghargaan tertinggi sebagai Kampus Terbaik. Penghargaan secara langsung diberikan oleh Ketua PPIM, Pak Irfan Syauqi Beik. Mereka pun berhak menerima hadiah berupa Hamper super besar.

LGC UTP
Adalah Redhata, Angga, Aryo, Mas Firman, Mas Syauqi, Ghozali, Mbak Afny, dan Inung yang merupakan wakil dari kampus UTP. Dengan penuh perjuangan, mereka menempuh perjalanan di malam hari menuju Kedah. Dua belas jam pun dihabiskan di kereta api karene sebelumnya mereka kehabisan tiket bis.

“Jadi kita dah bergerak hari Jum’at pukul 15.00 dari UTP, naek kereta ke butterworth jam 17.45. Terus baru nyampe Butterworth jam 21.45 paginya. Terus sampe sana ternyata bis ke alor star baru ada jam 11 plus molor baru datang jam 23.45. Jadi kita baru nyape Alor Star pukul 01.30. Terus kita di jemput panitia, dan nyampe UUM jam 3 an,” papar mbak Afny perihal keberangkatan mereka.

Setibanya di kampus UUM, seabreg kegiatan siap menanti. Hari pertama diisi oleh materi dari Pak Imran Hanafi selaku Atase Pendidikan KBRI. Yang kemudian dilanjutkan dengan materi Manajemen Komunikasi oleh Pak irfan Syauqi Beik.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan api unggu. Tiap kelompok mendapat tugas untuk tampil spontan. Mbak Afny dan Mas Firman yang tergabung dalam group 4 menampilkan tari poco-poco. Sedangkan Mas Syauqi dan Aryo yang berada dalam group 5 malah dengan unik menyanyikan lagu dangdut tempo dulu berjudul “Sekuntum Mawar Merah”.

Hari Kedua diisi dengan outbond. Peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok tak hanya diasah dalam uji ketangkasan, namun juga harus memecahkan teka-teki. Keakraban pun semakin terasa diantara peserta.

LGC ini merupakan puncak ajang kaderisasi yang menjadi agenda kerja Departemen Kaderisasi PPIM. Beberapa kampus se Malaysia yang hadir antara lain UMP, UTM, UTP, UUM, USM, UIA, Darul Hikmah, Cosmopoint,  dan APIIT. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta tidur di tenda-tenda yang telah disiapkan panitia.